Sekelompok Orang Diduga Berlatih Kemiliteran Diamankan Polisi di Lereng Sumbing


Posted on 19 Nov 2016 | 19:42 by Titik


Informasi yang diperoleh detikcom, hari Jumat (19/2) kemarin sekitar 50 orang datang ke lereng gunung Sumbing setelah sebelumnya transit di salah satu rumah warga di  Dusun Jambon, Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung.

Mereka kemudian diangkut menggunakan mobil Carry dan L300 menuju Tegal Sikandang  Wonotirto, selanjutnya peserta jalan kaki ke arah lereng  Gunung Sumbing. Sekelompok orang itu masuk ke tengah hutan dengan memakai sepatu PDL, celana hitam PDL, ransel, dan  alas tidur.

"Jadi jam 22.00 ada sekelompok orang yang melakukan latihan mengarah ke militer karena  menggunakan PDL, senapan angin, sangkur, latihan malam hari, di tempat seperti itu, di kaki gunung," pungkas Liliek.

Pihak kepolisian yang menerima laporan tersebut langsung bergegas ke lokasi. Kepolisian dari Polres Temanggung kemudian melakukan penggerebekan di salah satu rumah warga di Dusun Jambon, Desa Gandurejo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung yang dipakai untuk tempat parkir mobil kelompok tersebut.

Dari lokasi penggerebekan diamankan M (15) yang bertugas menjaga mobil. Selain itu didapati juga 5 pucuk senapan angin, 3 bilah sangkur, dan 1 tas yangg berisi buku dan berdera lambang keagamaan.

"Kami beri waktu 24 jam, jadi sampai pukul 22.00 semua sudah bisa diperiksa," ujarnya.

"Ini informasi dari masyarakat yang merasa resah. Ini bentuk kepercayaan masyarakat, terimakasih kepada masyarakat," imbuh Liliek.

Sementara itu terkait kelompok apa yang melakukan latihan militer dan apa tujuannya, Liliek menegaskan pihaknya belum bisa menyebutkan karena harus menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan.

"Sementara 'sekelompok orang'.  Senin informasinya, setelah pemeriksaan," tegas Liliek.
(alg/try)

 

 

">

Semarang - Sekelompok orang yang diduga melakukan latihan militer tengah malam di kaki Gunung Sumbing, Jawa Tengah, diamankan polisi.  Sebanyak 5 pucuk senapan angin dan 3 bilah sangkur juga turut diamankan.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol A Liliek Darmanto membenarkan terkait hal itu. Polres Temanggung dibackup Polda Jateng masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan.

"Yang tadi malam diamankan, sekarang proses pemeriksaan, hasilnya belum. Jadi pemeriksaan, penyelidikan, baru hasilnya," kata Liliek saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (20/2/2016).

Informasi yang diperoleh detikcom, hari Jumat (19/2) kemarin sekitar 50 orang datang ke lereng gunung Sumbing setelah sebelumnya transit di salah satu rumah warga di  Dusun Jambon, Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung.

Mereka kemudian diangkut menggunakan mobil Carry dan L300 menuju Tegal Sikandang  Wonotirto, selanjutnya peserta jalan kaki ke arah lereng  Gunung Sumbing. Sekelompok orang itu masuk ke tengah hutan dengan memakai sepatu PDL, celana hitam PDL, ransel, dan  alas tidur.

"Jadi jam 22.00 ada sekelompok orang yang melakukan latihan mengarah ke militer karena  menggunakan PDL, senapan angin, sangkur, latihan malam hari, di tempat seperti itu, di kaki gunung," pungkas Liliek.

Pihak kepolisian yang menerima laporan tersebut langsung bergegas ke lokasi. Kepolisian dari Polres Temanggung kemudian melakukan penggerebekan di salah satu rumah warga di Dusun Jambon, Desa Gandurejo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung yang dipakai untuk tempat parkir mobil kelompok tersebut.

Dari lokasi penggerebekan diamankan M (15) yang bertugas menjaga mobil. Selain itu didapati juga 5 pucuk senapan angin, 3 bilah sangkur, dan 1 tas yangg berisi buku dan berdera lambang keagamaan.

"Kami beri waktu 24 jam, jadi sampai pukul 22.00 semua sudah bisa diperiksa," ujarnya.

"Ini informasi dari masyarakat yang merasa resah. Ini bentuk kepercayaan masyarakat, terimakasih kepada masyarakat," imbuh Liliek.

Sementara itu terkait kelompok apa yang melakukan latihan militer dan apa tujuannya, Liliek menegaskan pihaknya belum bisa menyebutkan karena harus menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan.

"Sementara 'sekelompok orang'.  Senin informasinya, setelah pemeriksaan," tegas Liliek.
(alg/try)


PROFILE PIMPINAN

Sesuai dengan program pemerintah dalam bidang kesejahteraan sosial sebagai bagian tak terpisahkan dari pendidikan di masyarakat pada umumnya dan khususnya Panti Asuhan Yatim dan Tunnet Muhammadiyah Purworejo, juga mempunya [Selanjutnya ...]


BERITA TERKINI
Ini Kronologi Penangkapan Teroris di Malang
19 Nov 2016 | 19:41

Polisi Cek Ada Tidaknya Racun di Anak Panah yang Ditemukan di Kafe Daeng Aziz
19 Nov 2016 | 19:41

Sekelompok Orang Diduga Berlatih Kemiliteran Diamankan Polisi di Lereng Sumbing
19 Nov 2016 | 19:42