Kita bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah
Ada kisah dari warga Australia yang Bernama Abu Bakar. Dahulu sebelum masuk Islam, namanya Ruben. Ia hidup dan dibesarkan di lingkungan atheis (tidak mempercayai adanya Tuhan). Namun, ayah dan ibunya tetap memeluk agama Kristen. Setiap minggu keduanya harus pergi ke gereja dengan muka terpaksa. Sampai akhirnya meninggalkan rutinitas kekristenannya.
Saat tahun pertama kuliahnya, ia banyak mengalami cobaan berat. Orang tuanya bercerai, anjingnya meninggal, dan temannya meninggal. Sampai akhirnya sering merenung dan bertanya tentang kehidupan … “kenapa aku di sini? Apa tujuan kehidupan ini?”
Naluri ruhaninya mulai muncul dan ia pun penasaran dengan kebenaran agama. Pertama, ia meneliti agama Kristen yang dominan di lingkungannya ia mulai rajin mengikuti rutinitas Kristen. Namun ia merasa aneh dalam setiap aktivitasnya, ia terus menanyakan pada pastur. Mereka cenderung mengeluarkan fatwa mereka sendiri.
Setelah ia merasa banyak yang aneh dari Kristen. Ia beralih meneliti hindu. Salah satu teman kerjanya ada yang memluk agama hindu. Ia merasa doktrin hindu susah dipahami. Akhirnya ia pindah ke agama yahudi, berminggu-minggu ia meneliti namun ia belum puas dan ingin memuaskan kegundahan hatinya.
Kemudian ia beralih ke budha. Namun, ia tak menemukan sesuatu yang berarti disana. Akhirnya suatu hari temanya untuk meneliti Islam. Awalnya ia menolak karena baginya Islam adalah terotis. Tetapi, hatinya tergugah untuk menelitinya.
Hari berikutnya, ia berjalan menyusuri sebuah masjid. Ia berjalan menyusuri karpet sajadah, menyusuri orang-orang yang sedang shalat. Tiba-tiba seorang tokoh agama memanggilnya. Namanya Abu Hamzah, ia ketakutan dan berpikir akan mati saat itu juga. Karena ia masih teringat saudaranya yang mati karena kekerasan orang Islam.
Alangkah kagetnya ketika Abu Hamzah dengan penuh keramahan menyambutnya. Bahkan ia disuguhi minum dan cemilan, ia kagum melihat kalakuan orang muslim, tidak sejahat yang ia bayangkan. Ia sang.at bersyukur. Beberapa minggu berikutnya pun ia rajin ke masjid. Ada satu hal yang membuatnya terkesan dengan Islam, yaitu semua pendapat tokoh Islam berdasarkan pada al-Qur’an.
Ibrah oleh Tsaqif D. S santri / anak asuh LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah Purworejo


Tinggalkan Balasan