Apa saja yang dititipkan dalam hati yang samar, yang tidak kasat mata, itu bisa timbul dalam raut wajah, raut laku dan tutur kata. Kala tutur katamu semanak. Kala tingkah lakumu membahagiakan dan saat raut wajahmu berbinar bahagia, sebenarnya itulah cerminan hatimu.
Anugerah Allah swt kepada hati hamba-Nya yang beriman adalah Nur Illahi. Nur Illahi ini spektrumnya ada 5, yaitu:
- Nur dzikir
- Nur kalbu
- Nur akal
- Nur iman
- Nur ma’rifat
Karunia Allah swt yang demikian itu merupakan rahasia yang tidak diketahui oleh makhluk lainnya. Setiap hamba yang dibawa kehadirat-Nya mempunyai rahasia sendiri dan tidak diketahui oleh hamba-Nya yang lain, walaupun mereka berada pada tingkatan yang sama.
Seorang hamba peniti jalan Tuhan atau biasa disebut salik akan dianugerahi nur Illahi sesuai dengan tingkat kedekatannya dengan Tuhan. Seorang salik yang amat dekat dengan Allah swt dan sudah tidak berjarak lagi maka kelima spektrum Cahaya tadi akan dimilikinya dengan intensitas Cahaya/nur yang amat kuat.
Karunia yang diberikan Allah swt kepada seorang hamba pilihan-Nya selalu berbeda dan tidak serupa dengan yang diberikan kepada hamba pilihan lainnya. Karunia allah swt kepada seorang nabi berbeda dengan karunia terhadap nabi yang lain. Karunia Allah swt yang tersimpan dalam keghaiban rahasia hati itu menjadi penggerak kepada pembentukan watak dan karakter dari seseorang, sehingga dia dapat dikenal dan dibedakan dengan orang lain.
Nur Illahi adalah hidayah Allah swt yang bersifat ghaib yang tertanam pada hati manusia yang dapat digunakan untuk membuka tabir alam ghaib atau menundukkan alam semesta dan segala isinya. Karena nur Illahi sifatnya ghaib, maka relative sulit dianalisis oleh awam dengan akal pikiran dan tidak dapat dibuktikan dengan panca Indera. Meskipun begitu, bagi Sebagian orang tertentu dapat merasakan dengan hati yang sudah tertanam nur Illahi, karena “Nur” adalah hidayah yang merupakan refleksi dari dzat Allah swt.
Hidayah atau karunia rahasia Allah swt kepada Isa a.s menyebabkan beliau dikenal sebagai ruh Allah swt. Karunia rahasia Allah swt kepada Musa a.s menyebabkan beliau dikenal sebagai kalaamullah. Karunia rahasia Allah swt kepada Ibrahim a.s menyebabkan beliau dikenal sebagai Khalil Allah atau khaliilullah. Karunia Allah kepada Muhammad saw adalah sebagai Habibullah. Para Allah swt juga menerima karunia rahasia Allah swt, dan masing-masing Memiliki kepribadian yang tersendiri.
Perubahan pada perwatakan dapat dilihat pada tingkah laku dan perbuatan. Sinar nur dzikir akan melahirkan orang yang gemar berdzikir. Mereka mengingat Allah swt dalam keadaan apapun. Cahaya nur kalbu akan membuat seseorang berlapang dada, tidak cemas menghadapi kehidupan, tidak gundah, tidak panik, dan tidak gugup dan bahkan gemar mendekat Allah swt. Sinar nur akal akan melahirkan sikap suka bertafakur sehingga terbukalah kepadanya rahasia-rahasia ketuhanan yang menjadi penggerak akalnya menyusuri ilmu. Benderangnya nur iman munculkan keuakinan yang tidak terkecoh dengan sesuatu ghaib yang dialaminya. Kilau nur ma’rifat menernangi mata hati sang hamba untuk mengenal Allah swt. Melihatnya pada semua kejadian.
Nur Illahi tidak hanya mengubah perwatakan, tetapi juga mengubah perawakan. Bukan rupa bentuk muka yang berubah tetapi Cahaya pada wajahnya yang berubah. Hal itu menyebabkan siapa saja yang melihatnya akan terpesona. Misalnya Cahaya nur Illahi yang gilang gemilang menyinari wajah Yusuf a.s telah mempesona Wanita-wanita Mesir sehingga mereka tidak sadar mengiris jari sendiri dan tidak merasakan sakit akibat terpukau memandang keindahan wajah Yusuf a.a. begitulah kekuatan berkas sinar nur Illahi yang tersembunyi secara ghaib di dalam hati rohani-rohani hamba Allah swt yang dipilih untuk memperolehnya.
Anugerah Allah swt yang berupa 5 spektrum nur tadi tertambat pada hati hamba-Nya yang beriman, sehingga menjadi daya energi dan Upaya bagi hati untuk berpegang kuat kepada tauhid, mencintai segala kaidah Islam dan membenci segala kekufuran. Tatkala Allah swt memberi pertolongan dengan menunjukkan tanda-tanda sesuatu, maka bergegaslah dan ambillah manfaat darinya.
Buah pena, ibrah oleh Erfanudin, santri / anak asuh LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah Purworejo


Tinggalkan Balasan