Apa yang Perlu dilakukan di Tahun Baru Islam ini? Tentu Harus Diisi dengan Refleksi. Acara pengajian akbar dalam rangka menyambut tahun baru Islam di LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah Purworejo mengundang pembicara Ustadz Muhammad Zuhron Arofi, M.Pd.I., sekretaris MPKSDI PWM Jawa Tengah.
Beliau menyampaikan bahwa momentum muharram ini harus kita manfaatkan dalam lima hal. Yang pertama sebagai restorasi atau menumbuhkan kembali kecintaan kita kepada Al Qur’an. Beliau menyampaikan ada lima cara, yaitu pertama membaca, kemudian menghafalkan, selanjutnya memahami isi kandungan Al Qur’an, dan mengamalkan isi Al Qur’an. “Kemudian yang kelima mendakwahkan Qur’an,” tuturnya.
Selain itu momen ini juga perlu kita gunakan sebagai revitalisasi ibadah. “Ibadah kita sudah benar atau belum? Sudah sesuai hadits Nabi atau belum?” Beliau juga menekankan bahwa apakah sholat yang kita laksanakan sudah berdampak atau belum. Jika kita belum mampu menjaga diri sehingga apa yang kita lakukan menyakiti orang lain, maka berarti ibadah kita belum berdampak.
Yang ketiga, reaktualisasi nilai-nilai luhur masa lalu. Kita perlu menceritakan bagaimana perjuangan para pahlawan Islam di masa lalu. Bagaimana mereka berjihad untuk menegakkan nilai Islam. “Jangan sampai anak-anak kita malah mengenal superman, batman, atau ironman. Tapi kenalkanlah kepada mereka tokoh-tokoh Islam, tokoh-tokoh Muhammadiyah,” kata beliau. Nilai-nilai luhur masa lalu perlu kita sampaikan agar anak-anak kita memiliki semangat juang yang membara seperti pahlawan Islam kita.

Menjadi umat Islam yang percaya diri, poin yang selanjutnya beliau sampaikan atau beliau sebut sebagai reconfident mental. Allah telah tegaskan hal ini dalam QS. Fushshilat [41] : 33. “Harus berpakaian yang bagus, yang rapi. Karena orang diluar Islam melihat Islam tidak dengan membaca kita sucinya, tapi bagaimana penampilan dan perilaku pemeluknya,” tegasnya.
Yang terakhir beliau menyampaikan tentang rejuvinasi (pengembalian) semangat filantropi (cinta sesama manusia). Keikhlasan dalam semangat kedermawanan, bagaimana kita sebagai warga Muhammadiyah bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitar. (lisa)


Tinggalkan Balasan