Ikhlas Tumbuhkan Kebahagiaan

Ikhlas adalah melakukan atau mengerjakan sesuatu tanpa mengharapkan imbalan dari siapapun. Saat seseorang melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan dengan Ikhlas maka ia akan mendapatkan pahala dari Allah swt.

Mempelajari bab tentang Ikhlas itu sangat penting bagi setiap muslim, karena amal yang akan diterima Allah swt hanyalah amal yang disertai dengan niat Ikhlas. Seperti pepatah yang diungkapkan oleh Syaikh Ahmad Ibnu Athaillah, “Tidaklah mereka diperintah kecuali agar berbuat Ikhlas kepada Allah dalam menjalankan agama.” Oleh karenanya, sehebat apapun suatu amal bila tidak Ikhlas, tidak ada apa-apanya dihadapan Allah swt. Bahkan amalan yang sederhana saja akan menjadi luar biasa dihadapan Allah swt bila disertai dengan Ikhlas. Tidak apa-apanya dihadapan Allah swt. Bahkan amalan yang sederhana saja akan menjadi luar biasa dihadapan Allah swt bila disertai dengan Ikhlas.

Tidak heran seandainya shalat yang kita kerjakan belum terasa khusyu’ atau hati selalu resah dan gelisah serta hidup tidak merasa nyaman dan bahagia, karena kunci dari itu semua belum kita dapatkan yaitu sebuah keikhlasan.

Pengaruh orang yang Ikhlas itu sangat besar, sehingga dengan kekuatan niat ikhlasnya mampu menembus ruang dan waktu. Bahkan orang yang Ikhlas bisa membuat iblis (syaitan) tidak bisa banyak berbuat dalam usahanya untuk menggoda orang Ikhlas tersebut.

Jenis tingkatan Ikhlas:

  1. Mubtadi’in

Dalam bahasa gaul disebut kelompok orang “ada maunya”. Yakni orang yang beramal karena Allah swt, tetapi hatinya tersirat keinginan pada dunia. Ciri orang mubtadi’in terlihat dari cara dia beribadah. Orang ini hanya beribadah ketika sedang butuh. Biasanya tidak bisa istiqomah.

  1. ‘Abidin

Disebut juga kelompok orang “Ikhlas tanpa prioritas”. Yakni orang yang beramal dari Allah swt dan hatinya bersih dari riya’ serta keinginan dunia. Ibadahnya dilakukan hanya karena Allah swt dan demi meraih kebahagiaan akhirat, menggapai surga, takut neraka dan dibarengi keyakinan bahwa amalnya bisa menyelamatkan dirinya dari siksaan api neraka.

  1. Muhibbin

Ini kelompok orang “Ikhlas karena Allah swt.” Yakni orang yang beribadah hanya karena Allah swt bukan ingin surga atau takut neraka.

  1. ‘Arifin

Disebut juga kelompok orang “Ikhlas gerak hati.” Yaitu orang yang saat beribadah sambil merasakan bahwa ia digerakkan Allah swt. Ia merasa bahwa yang beribadah itu bukan dirinya. Ia menyaksikan bahwa ia sedang digerakkan Allah.

Ikhlas artinya bersih dari kotoran. Ikhlas adalah kunci ibadah. Bila ibadah tidak dilandasi Ikhlas maka nilai ibadah itu akan sia-sia tak berharga karena masih menggendong kekotoran. Ikhlas itu datang dari hati, karenanya bersifat abstrak.

Orang yang beramal tanpa Ikhlas itu dipanggil orang yang dzolim, walaupun lahiriyahnya tidak mendzolimi siapapun. Intisari dari Ikhlas adalah melakukan sesuatu karena Allah swt semata, tidak ada kepentingan lain.

Positive feeling merupakan suatu kondisi dimana hati ini Ikhlas dan pasrah, menyerahkan segala urusan kepada sang pencipta Yang Maha Kuasa. Memasrahkan segalanya hanya kepada Allah swt. Amal itu tergantung pada niatnya. Seperti yang tercantum dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari no.1 dan Muslim no. 1907.

إنَّمَا الـأَعْمَالُ بِالنِّيَاتِ وَ إِنَمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَي

Artinya: “Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya dan sesungguhnya bagi setiap orang apa tergantung apa yang ia diniatkan”

 

Ciri-ciri orang yang memiliki keikhlasan:

  1. Hidupnya jarang sekali merasa kecewa
  2. Tidak tergantung atau berharap pada makhluk
  3. Tidak pernah membedakan antara amal besar dan amal kecil
  4. Banyak amal kebaikan yang rahasia
  5. Tidak membedakan antara bendera, golongan atau ras
  6. Tidak mengharapkan pujian atau imbalan pada siapapun

Hikmah memiliki sifat Ikhlas:

  1. Hati menjadi tenang
  2. Hidup tidak dalam keadaan gelisah
  3. Terhindar dari godaan iblis dan syaitan
  4. Menimbulkan atau memunculkan sifat empati dan simpati yang tinggi terhadap lingkungan sekitar
  5. Suka menolong sesame tanpa rasa pamrih

Oleh Dea Zahrotus Salsa, Santriwati / Anak Asuh LKSA Panti Asuhan Muhammadiyah Purworejo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *