TAFSIR IJMALI SURAH DALAM AL QUR’AN (Surah Ar Ra’d dan Surah Ibrahim)

Notulensi Pengajian Ahad Pagi PCM Purworejo, di Masjid Al Mujtahidin LKSA PA Muhammadiyah Purworejo
04 Februari 2024 M – 23 Rajab 1445 H

TAFSIR IJMALI SURAH DALAM AL QUR’AN (Surah Ar Ra’d dan Surah Ibrahim)

Pengajian bersama Ustadz Ariful Hazam
_______
  • Tafsir ljmali Surah Ar Ra’d

    Ar Ra’d merupakan surah Madaniyah, turun setelah surah Muhammad dan sebelum surah Ar Rahman terdiri dari 43 ayat.

    Nama Ar Ra’d yang berarti guruh disebutkan dalam ayat ke 13

    وَيُسَبِّحُ ٱلرَّعۡدُ بِحَمۡدِهِۦ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ مِنۡ خِيفَتِهِۦ
    Artinya : “Dan guruh bertasbih memuji-Nya, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya”

    Bagi beberapa orang guruh memang menakuthan tetapi sebenarnya guruh itu membawa kebaikan dan sedang bertasbih.

    Surah ini diawali dengan الٓمٓرۚ. Tema globalnya adalah berubah menjadi lebih baik. Seperti disebutkan dalam ayat 11 dan ayat 39

    إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡۗ
    Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Ar Ra’d : 11)

    يَمۡحُواْ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ وَيُثۡبِتُۖ وَعِندَهُۥٓ أُمُّ ٱلۡكِتَٰبِ
    Artinya : “Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki) dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitāb (Lawḥ Maḥfūẓ)” (Ar Ra’d : 39)

    Faedah dari kandungan surah Ar Ra’d
    – Setiap makhluk bersujud kepada Allah kecuali para pelaku maksiat dan orang-orang kafir

    وَلِلَّهِۤ يَسۡجُدُۤ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ طَوۡعٗا وَكَرۡهٗا وَظِلَٰلُهُم بِٱلۡغُدُوِّ وَٱلۡأٓصَالِ
    Artinya : “Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari” (Ar Ra’d : 15)

    – Dzikir itu menyenangkan

    ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ
    Artinya : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (Ar Ra’d : 28)

    – Sunatullah : kemaksiatan merupakan sebab hilangnya karunia Allah

    وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوۡمٖ سُوٓءٗا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ
    Artinya : “Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia” (Ar Ra’d : 11)

    – Bahasa Arab adalah bahasa Al-Quran

    وَكَذَٰلِكَ أَنزَلۡنَٰهُ حُكۡمًا عَرَبِيّٗاۚ
    Artinya : “Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur`ān itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab” (Ar Ra’d : 37)

    ___________

    Tafsir Ijmali Surah Ibrahim

    Surah Ibrahim merupakan surah Makiyyah, turun setelah surah Nuh dan sebelum surah Al Anbiya’. Terdiri dari 52 ayat.

    Nama Ibrahim ada di ayat 35, Allah menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim dan anaknya berdo’a kepada-Nya.

    وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِيمُ رَبِّ ٱجۡعَلۡ هَٰذَا ٱلۡبَلَدَ ءَامِنٗا وَٱجۡنُبۡنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعۡبُدَ ٱلۡأَصۡنَامَ
    “Dan (ingatlah) ketika Ibrāhīm berkata, “Ya Tuhan-ku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala”

    Tema besar dari surah ini adalah kejelasan dakwah Nabi Ibrahim AS

    Faedah dan kandungan surah Ibrahim
    – Pentingnya sholat, ayat 37-40

    رَّبَّنَآ إِنِّيٓ أَسۡكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيۡرِ ذِي زَرۡعٍ عِندَ بَيۡتِكَ ٱلۡمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجۡعَلۡ أَفۡـِٔدَةٗ مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهۡوِيٓ إِلَيۡهِمۡ وَٱرۡزُقۡهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمۡ يَشۡكُرُونَ
    “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” (Ibrahim : 37)

    – Jangan silau dengan lamanya kedzaliman, ayat 42

    وَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱللَّهَ غَٰفِلًا عَمَّا يَعۡمَلُ ٱلظَّٰلِمُونَۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمۡ لِيَوۡمٖ تَشۡخَصُ فِيهِ ٱلۡأَبۡصَٰرُ
    “Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak”

    – Semuanya terjadi atas kehendak Allah, ayat 1

    الٓرۚ كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ لِتُخۡرِجَ ٱلنَّاسَ مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذۡنِ رَبِّهِمۡ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَمِيدِ
    “Alif Lām Rā. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”

    – Jangan sampai kita tertipu, kekufuran akan menghapus seluruh kebaikan, ayat 18

    مَّثَلُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمۡۖ أَعۡمَٰلُهُمۡ كَرَمَادٍ ٱشۡتَدَّتۡ بِهِ ٱلرِّيحُ فِي يَوۡمٍ عَاصِفٖۖ لَّا يَقۡدِرُونَ مِمَّا كَسَبُواْ عَلَىٰ شَيۡءٖۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلضَّلَٰلُ ٱلۡبَعِيدُ
    “Orang-orang yang kafir kepada Tuhan-nya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikit pun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.”

_______

Notulensi oleh: Siti Aulia Ramadhani (anak asuh/ santriwati LKSA PA Muhammadiyah Purworejo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *